Pentingnya Memperhatikan Kode Segitiga Pada Botol Plastik

Pentingnya Memperhatikan Kode Segitiga Pada Botol Plastik - 5.0 out of 5 based on 2 votes
User Rating:  / 2
PoorBest 

Arti Simbol Segitiga dan Paparan Zat Kimia Pada Botol Plastik

logo segitiga botol plastik

Tergantung dimana anda tinggal dan bekerja, kemungkinan anda akan terekspos penggunaan produk-produk kemasan yang terbuat dari plastik setiap hari. Wadah penyimpanan makanan dan minuman, piring yang sekali pakai langsung dibuang, botol-botol dan perlengkapan untuk mandi, semua semuanya dari plastik dan dibuat dengan proses kimia. Penelitian mengatakan bahwa semua plastik dapat menimbulkan kebocoran zat kimia jika mereka tergores ataupun dipanaskan. Penelitian juga menunjukkan bahwa beberapa level eksposur (paparan), beberapa zat kimia yang terkadung dari produk-produk ini, seperti Bisphenol A (BPA), dapat menimbulkan kanker bagi tubuh manusia.

BPA merupakan estrogen sintetik lemah yang ditemukan pada banyak produk plastik yang sifatnya kaku, wadah makanan dan susu formula, lapisan tambalan gigi (dental sealants), dan pada sisi yang berkilau dari kertas bon dari kasir (agar tinta dapat menempel dengan stabil). Aktivitas yang mirip estrogen itulah yang dapat menganggu hormon, seperti banyak ditemukan pada zat-zat kimia yang berbahan dari plastik. Zat pengganggu hormon yang berasal dari plastik dapat memberikan dampak pada cara kerja estrogen dan hormon-hormon alami tubuh lainnya dengan cara mem-blok atau menghalangi aktivitas mereka, sehingga mengakibatkan ketidakseimbangan hormon pada tubuh. Dikarenakan estrogen dapat membuat hormone-receptor-positive dari kanker payudara tumbuh dan berkembang, banyak perempuan memilih untuk membatasi eksposur terhadap zat-zat kimia yang dapat "bertindak" seperti estrogen.

BPA juga dapat memberikan efek pada perkembangan otak janin di dalam rahim. Pada tahun 2011, sebuah studi menemukan bahwa wanita yang hamil dengan level BPA yang tinggi dalam urin mereka cenderung memiliki anak perempuan yang menunjukkan gejala hiperaktif, cemas, dan deperesi. Gejala-gejala tersebut biasanya mulai tampak pada anak perempuan saat berumur sekitar 3 tahun. Masih belum jelas kenapa anak laki-laki tidak terdampak pada hal yang sama.

 

Langkah-Langkah Yang Bisa Anda Ambil

Sementara sangatlah sulit untuk menghindar dari penggunaan barang-barang yang terbuat dari plastik, gunakan produk-produk berbahan plastik seminimal mungkin yang anda bisa, terutama jika anda dalam kondisi hamil, jangan gunakan bahan-bahan tersebut pada makanan yang anda konsumsi.

 

Untuk mengurangi dampak BPA (Bisphenol A) pada tubuh anda, berikut tipsnya:

1. Sebaiknya bawa sendiri air minum anda (yang berisi air yang sehat seperti Kangen Water), menggunakan botol / wadah yang terbuat dari gelas kaca, steel (botol dengan lapisan baja), atau dari bahan keramik. Hindari seminimal mungkin membeli air kemasan yang menggunakan botol berbahan plastik.

2. Kurangi konsumsi makanan kalengan ke dalam tubuh anda serta pemberian susu formula kalengan pada bayi anda. Lebih baik berikan ASI pada bayi anda.

3. Jika menggunakan botol susu untuk bayi pastikan pada labelnya bertuliskan "BPA free" (Bebas BPA)

4. Perhatikan dan pahami baik-baik produk-produk yang terbuat dari plastik dengan mengguankan simbol segitiga bertuliskan angka 1 sampai 7 di bawah. Jika produk plastik tersebut tidak menuliskan "PLA" atau tidak memiliki simbol bergambar daun, kemungkinan produk tersebut mengandung BPA. Lihat tabel di bawah untuk penjelasan lebih lengkap mengenai tipe-tipe plastik.

 

Untuk mengurangi eksposur (paparan) zat kimia yang terkandung dalam plastik, berikut tipsnya:

1. Jangan memasak makanan dalam kontainer plastik atau menggunakan pembungkus berbahan plastik pada makanan yang dipanggang atau dipanaskan; residu-residu plastik kemungkinan dapat larut masuk ke dalam makanan ketika dipanaskan dalam oven reguler ataupun microwave.

2. Gunakan bahan-bahan yang terbuat dari gelas kaca, porselen, enamel covered metal, atau staninless steel dari produk-produk seperti cerek, panci, dan wadah penyimpanan makanan dan minuman sebisa mungkin, terutama jika makanan atau minuman anda bersuhu panas.

3. Plastik yang menggunakan simbol segitiga daur ulang (recycling symbol) bernomor 2, 4, dan 5 secara umum bisa dikatakan cukup baik untuk digunakan. Plastik dengan simbol segitiga daur ulang nomor 7 bagus digunakan selama ia juga memberi label "PLA" (polymer polylactide) atau memiliki simbol bergambar daun. Nomor simbol segitiga daur ulang adalah kode yang menunjukkan tipe plastik seperti apa yang digunakan untuk membuat produk tersebut.

4. Simbol segitiga dengan nomor 1 juga baik digunakan, namun TIDAK BOLEH DIGUNAKAN lebih dari sekali (jangan direfill setelah selesai digunakan). Jauhkan segala jenis kontainer berbahan plastik dari panas dan cahaya matahari.

 

Berikut Simbol Kode Segitiga Pada Kemasan Plasitik Beserta Arti dan Penggunaannya

1. Polyethylene terephtalate (PETE atau PET)

segitiga 1

Botol plastik ini berwarna bening, biasa diguanakan untuk air kemasan botolan ataupun sebagai botol plastik air soda. Secara umum boleh digunakan, namun jangan digunakan lebih dari 1 kali. (Botol ini cuma bersifat 1 kali pakai dan langsung dibuang setelahnya).

 

2. High density polyethylene (HDPE)

segitiga 2

Biasa digunakan pada kemasan untuk susu cair yang tak tembus cahaya, botol deterjen, botol jus, wadah plastik kemasan mentega dan botol-botol atau perlengkapan untuk mandi, secara umum boleh digunakan.

 

3. Polyvinyl chloride (PVC)

segitiga 3

Biasa digunakan sebagai food wrap (plastik pembungkus makanan), botol minyak sayur, pipa saluran air. Jangan memanaskan makanan menggunakan plastik jenis ini dan cobalah sebisa mungkin meminimalisir penggunaan plastik no.3 ini pada semua jenis makanan anda. Ketimbang menggunakan plastik jenis ini, sebaiknya gunakan "wax paper" (kertas khusus yang telah dilapisi dengan wax atau lilin) dan gunakan kontainer berbahan kaca jika anda memanaskan makanan menggunakan microwave.

 

 4. Low density polyethylene (LDPE)

segitiga 4

Biasa digunakan sebagai plastik pembawa barang belanjaan, beberapa pembungkus makanan, botol-botol yang dapat dikempeskan, dan plastik pembungkus roti. Secara umum boleh digunakan.

 

5.  Polypropylene (PP)

segitiga 5

Biasa digunakan pada gelas berisi yogurt, botol air berwarna buram, botol obat-obatan, botol kecap, botol sirup dan sedotan. Secara umum boleh digunakan.

 

6. Polystyrene atau Styrofoam (PS)

segitiga 6

Biasa digunakan pada piring dan gelas sekali buang berbahan styrofoam, serta digunakan untuk packing barang-barang. Jangan gunakan bahan jenis ini untuk memasak/memanaskan makanan dan hindari penggunaan plastik ini sebisa mungkin pada segala jenis makanan.

 

7. Lain-Lain

segitiga 7

Semua jenis plastik yang tidak masuk dalam kategori 1-6 di atas, maka dikategorikan sebagai nomor 7. Produk-produk yang dikategorikan nomor 7 ini termasuk CD, casing komputer, produk-produk yang mengandung BPA, dan beberapa jenis botol susu bayi.

PLA (polymer polylactide) adalah plastik yang terbuat dari tanaman (biasanya jagung atau tebu) yang juga diberi label nomor 7. Plastik berbahan PLA tidak mengandung BPA, tak ada laporan mengenai bahaya menggunakan plastik dengan label PLA pada makanan jadi tipe PLA ini sangat aman digunakan. Untuk saat ini sangat sulit membedakan apakah botol plastik jenis ini adalah PLA yang tidak mengandung BPA, atau malah botol plastik yang mengandung BPA, dikarenakan keduanya memiliki simbol segitiga bertuliskan angka 7. Beberapa plastik berbahan PLA biasanya ada yang menuliskan "PLA" atau "BPA free" (bebas BPA) di dekat simbol segiitga daur ulang (recycling symbol). Yang lain ada juga yang memberikan simbol bergambar daun di dekat gambar segitiga daur ulang tersebut.

Untuk menghindari kebingungan, saat ini manufaktur plastik PLA sedang bekerja dengan American Society for Testing and Materials International, sebuah grup global yang mengembangkan standar, untuk membuat penomoran sistem daur ulang yang akan memberikan plastik PLA nomor khusus tertentu.

Jangan memasak / memanaskan makanan menggunakan bahan plastik nomor 7 yang bukan berjenis PLA, dan hindari menggunakan plastik yang bukan PLA pada semua jenis makanan. <ds>

 

Next to Jalan-Jalan ke Kantor dan Pabrik Enagic di Jepang

Back to HOME

. Klik LIKE /SHARE jika anda menyukai artikel ini.

Berikan Komentar

Security code
Refresh