Antioksidan Vs Radikal Bebas

Antioksidan Vs Radikal Bebas - 5.0 out of 5 based on 3 votes
User Rating:  / 3
PoorBest 

Apakah yang dimaksud Antioksidan dan Radikal Bebas?

antioksidan vs radikal bebas

Semua hal di lingkungan sekitar kita termasuk di dalam sel tubuh kita mengalami proses alami yang disebut oksidasi. Ambil contoh sebuah apel yang berubah menjadi berwarna coklat, atau sebuah paku yang berkarat. Ini merupakan hasil dari oksidasi, dan penelitian menunjukkan hubungan yang erat antara oksidasi dan proses penuaan pada tubuh kita.

Antioksidan memperlambat proses oksidasi di dalam tubuh kita. Radikal bebas, di sisi lain, tak hanya mempercepat proses oksidasi di dalam tubuh kita, selain itu juga ia bisa menyebabkan kerusakan pada sel-sel DNA, sehingga menyebabkan terjadinya berbagai penyakit termasuk meningkatnya resiko terkena kanker.

 

Kerusakan Akibat  Radikal Bebas

Tubuh kita terdiri dari triliunan sel. Setiap hari, sel-sel ini terpapar oleh sekumpulan besar radikal bebas yang terkandung pada polusi udara di lingkungan sekitar kita. Radikal bebas ini mencuri elektron dari sel-sel tubuh, merusak DNA dari sel-sel tersebut.

Jika radikal bebas ini ditambah dengan tubuh yang bersifat asam serta asap rokok yang mengandung karsinogen(zat-zat berbahaya penyebab kanker), maka akhirnya terciptalah perpaduan sempurna resep untuk membuat penyakit kanker muncul pada tubuh.

 

Tugas Antioksidan

Antioksidan di lain sisi, merupakan "pemungut" radikal bebas. Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan cara mendonasikan elektron pada radikal bebas tersebut sekaligus memperbaiki sel-sel yang telah rusak. Antioksidan dikenal sebagai pencegah kanker dengan cara menetralisir radikal bebas penyebab kanker sebelum radikal bebas tersebut melakukan hal yang merusak sel-sel tubuh kita.

Antioksidan banyak ditemukan pada buah-buahan yang mengandung dosis besar vitamin C, sayur-sayuran seperti brokoli dan bawang putih, dan teh hijau.

Oxidation Reduction Potential (ORP)

Untuk mengukur seberapa teroksidasi ataupun seberapa antioksidannya suatu substansi ataupun cairan, digunakan alat pengukur antioksidan yang disebut ORP Meter.

Cairan yang diukur menggunakan ORP Meter yang menunjukkan angka POSITIF (misal +400, contohnya : air soda) dibaca sebagai cairan yang telah teroksidasi (alias TIDAK BAIK BAGI TUBUH) sedangkan cairan yang menunjukkan anga NEGATIF (misal - 400, contohnya Kangen Water) dibaca sebagai cairan yang penuh ANTIOKSIDAN (alias SANGAT BAIK BAGI TUBUH).

Untuk membedakan antara antioksidan dan radikal bebas, bayangkan bahwa antioksidan adalah PEMBERI elektron, sedangkan radikal bebas adalah PENCURI elektron.

Semakin besar angka POSITIF suatu cairan (contoh air soda tadi yang jika diukur menunjukkan hasil +400mV), maka semakin besar pula ia akan mencuri elektron dari sel-sel dalam tubuh, sedangkan semakin besar angka NEGATIF suatu cairan (contoh air kangen water yang jika diukur menunjukkan hasil -400mV) maka semakin besar pula ia akan menyumbangkan elektron ke sel-sel yang kehilangan elektron akibat dicuri radikal bebas.

Kangen Water merupakan sumber antioksidan berlimpah yang memproduksi nilai ORP NEGATIF yang tinggi, sehingga ia akan MENYUMBANGKAN banyak sekali elektron pada tubuh anda yang telah dirusak dan dicuri oleh radikal bebas, sehingga sangat baik sekali kalau kita menjadikan Kangen Water sebagai air minum untuk kita dan keluarga sehari-hari. (Dikky Satia)

 

Next to 7 Makanan Yang Bersifat Alkali

Back to HOME

. Klik LIKE /SHARE jika anda menyukai artikel ini.